Penelitian tersebut bertujuan membangun "jembatan pemahaman" antara akademisi dari berbagai disiplin ilmu, ilmuwan, dan pembuat kebijakan tentang kehidupan alien.
Nantinya, mereka akan menilai bagaimana agama di dunia bereaksi terhadap keberadaan kehidupan di luar bumi.
Sekaligus, bagaimana penemuan tersebut berpotensi berdampak pada konsep Ketuhanan dan Penciptaan.
Hasil Penelitian akan Diungkap dalam Buku yang Terbit 2022
Satu dari 24 pemuka agama adalah Pendeta Dr Andrew Davison dari Universitas Cambridge.
Menurutnya, buku berjudul Astrobiology and Christian Doctrine akan diterbitkan pada tahun 2022.
Davison mempertimbangkan kemungkinan Tuhan menciptakan kehidupan di tempat lain di alam semesta.
Hal ini berdasarkan penelitiannya di Princeton yang menekankan kemungkinan menemukan kehidupan asing menjadi lebih nyata.
Baca juga: Peluang Usaha Agen Software
"Tradisi agama akan menjadi fitur penting dalam bagaimana umat manusia akan bekerja melalui konfirmasi kehidupan seperti itu di tempat lain," kata Davidson berbagi dalam posting blog di situs University of Cambridge.
Davidson juga menjelaskan, sebagian besar orang akan kembali kepada kepercayaannya untuk memahami arti kehidupan alien dan kedudukannya dengan manusia.
"Deteksi (kehidupan alien) mungkin datang dalam satu dekade atau hanya di abad mendatang atau mungkin tidak pernah sama sekali."
"Tetapi jika atau di mana itu terjadi, akan berguna untuk memikirkan implikasinya terlebih dahulu," kata Davidson, dalam salinan bukunya yang diakses The Times.
Sementara, dikutip dari Mirror, Davison melihat ada beberapa pertanyaan besar terkait penelitian ini, di antaranya:
Mungkinkah Tuhan menciptakan kehidupan di tempat lain di alam semesta?
Mungkinkah dia mengirim penyelamat untuk mati karena dosa spesies asing?
Baca juga : Belanja Murah Daster Midi Simple Disini
Akankah penemuan kehidupan di luar bumi membutuhkan agama untuk menulis ulang kisah penciptaan mereka? Atau apakah itu akan diterima dengan mudah oleh agama?
Jika Anda percaya bahwa Tuhan atau dewa menciptakan semua makhluk besar dan kecil, mengapa tidak menerapkannya di seluruh alam semesta?
Selain Davidson, tokoh agama lainnya adalah Uskup Buckingham Alan Wilson, Rabi Jonathan Romain dari Sinagog Maidenhead, dan Imam Qari Asim dari Masjid Makkah di Leeds, Inggris.
Mereka mengatakan bahwa ajaran Kristen, Yahudi, dan Islam tidak akan terpengaruh oleh penemuan kehidupan asing.
Sementara itu, mantan Kepala Institut Astrobiologi NASA, Carl Pilcher membenarkan soal pelibatan puluhan pemuka agama dalam penelitian.
Ia mengatakan, NASA mempekerjakannya untuk mempertimbangkan implikasi penerapan alat-alat sains akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 terhadap pertanyaan yang telah muncul dalam tradisi keagamaan selama ratusan atau ribuan tahun.
Pilcher menolak gagasan bahwa Bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki kehidupan.
"Itu tidak terbayangkan ketika ada lebih dari 100 miliar bintang di galaksi ini, dan lebih dari 100 miliar galaksi di alam semesta," kata Pilcher.
Direktur CTI, Will Storrar mengatakan, tujuan NASA meneliti hal ini adalah serius.
Ia ingin program ini diterbitkan dalam buku dan jurnal untuk mengetahui misteri yang mendalam dan implikasi dari menemukan kehidupan alien di planet lain.
"Kita mungkin tidak menemukan kehidupan selama 100 tahun. Atau kita mungkin menemukannya minggu depan."
"Tidak ada konflik antara percaya pada Tuhan dan alien," katanya kepada The Times.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar