Telkom Indonesia menyebutkan bahwa mereka bakal memberikan versi gratis dari platform big data BigBox untuk perusahaan rintisan atau startup dan UMKM di Indonesia. Versi gratis platform big data ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis.
Pengumuman tersebut disampaikan Deputy EVP Digital Business Builder Telkom, Komang Budi Aryasa, dalam talkshow bertajuk 'Big Data, Winning Your Business with Modern End to End Big Data Platform' yang diselenggarakan di Paviliun Indonesia di kawasan Expo 2020 Dubai yang dihelat di Uni Emirat Arab pada Kamis (6/1). Dalam acara tersebut, seorang partisipan bertanya apakah Telkom berencana memberi platform big data BigBox secara gratis untuk startup yang baru berdiri, sampai nantinya perusahaan rintisan tersebut mampu untuk membayar langganan.
“Kami punya rencana untuk memberikan versi gratis dari platform BigBox dan memberikan kredit bagi startup atau UMKM,” kata Komang menjawab pertanyaan tersebut. “Harapannya, tahun ini kami akan finalisasi.”
Baca juga :
BigBox merupakan platform big data end-to-end yang didirikan Telkom sejak 2017 lalu. Komang menjelaskan, platform tersebut memang belum tersedia secara gratis saat ini karena infrastruktur yang terbatas.
Sejak awal berdiri, platform BigBox hanya tersedia secara on-premise melalui sekitar 20 data center Telkom di Indonesia. Namun, Komang mengatakan bahwa pihaknya telah berencana untuk memindahkan sebagian platform BigBox ke cloud, sehingga memungkinkan rencana pemberian versi gratis bagi startup dan UMKM.
“Pada pertengahan tahun lalu, kami berencana untuk memindahkan sebagian platform BigBox ke cloud,” kata Komang.
Jadi, setelah kami memindahkan platform BigBox ke cloud, tentunya kami memiliki rencana untuk menyediakan startup dan UMKM untuk mengeksplorasi data dan kapabilitasnya di cloud, dan memberikan mereka kredit pada titik tertentu.- Deputy EVP Digital Business Builder Telkom, Komang Budi Aryasa .
Baca juga :
Belanja Kemeja Kotak Wanita
Platform big data merupakan salah satu bidang garapan baru Telkom, yang memiliki visi menjadi perusahaan telekomunikasi digital.
Melalui BigBox, Telkom memberikan platform big data end-to-end dengan layanan mulai dari pengumpulan data acak, analisis real-time, memberikan prediksi dan insight, hingga menyediakan aplikasi bagi pelanggannya. Komang menjelaskan, layanan BigBox telah digunakan oleh sejumlah industri di Tanah Air, seperti otomatisasi pabrik Kimia Farma hingga monitoring peternakan ayam.
Big data sendiri dipandang sebagai cara yang tepat bagi perusahaan atau pemerintah untuk membuat keputusan berbasis data. Di Indonesia, market size platform big data diperkirakan mencapai 725 juta dolar AS pada 2025, menurut laporan firma riset pasar Gartner pada 2020 lalu.
Baca juga :
Tester Kemurnian Emas 600K
Dari potensi pasar yang besar tersebut, pemain lokal seperti Telkom berpotensi menguasai pangsa platform big data di Indonesia, kata partner Bain & Company, Kiran Karunakaran.
“Alasan saya percaya pemain lokal dalam membangun platform big data adalah karena pemerintahan dan keamanan sangat penting,” tutur Karunakaran. “Dan perusahaan yang punya akses signifikan ke basis pengguna yang besar dan punya hubungan ke institusi pemerintah, secara alamiah menempati posisi memimpin.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar